Wednesday, 4 June 2014

Paseduluran Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya

Paseduluran Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya 

(syukuran HUT ke-7)


Pekan lalu, Minggu 25 Mei 2014, berlangsung satu peristiwa kebudayaan di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru – Kabupaten Cirebon : Syukuran HUT Sanggar Seni Tritunggal Budaya, menjejaki tahun ke-8 setelah menapaki 7 tahun berjibaku dalam pelestarian budaya tradisi Cirebon.

Banyak pihak yang memberi dukungan dalam acara syukuran ini, sebut saja diantaranya adalah Pemerintah Desa Tegalwangi, Kantor Kepolisian Sektor Weru, Karang Taruna Kendaliwangi, Sekolah Sepak Bola Garuda, Bank Darah Desa Tegalwangi. Dan adapula sebagai bentuk nyata paseduluran antar sanggar, beberapa relasi Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya ikut serta berkonstribusi yaitu Sanggar Seni Sekar Pandan, Sanggar Seni Kenanga, dan Organisasi Punggawa HastaKencana.


Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya
Pelaksanaan Lomba Tari Topeng Klana versi "Slangit"




Dan berikut ini reportase acara tersebut...


Diawali dengan Lomba Tari Topeng Klana Tanjak versi “Slangit” untuk tingkat umum. Ini dimaksudkan sebagai sarana evaluasi hasil pembelajaran dan bimbingan. Kontestan dari pelbagai usia unjuk kepiawaian berurutan sejak pukul 10 pagi hingga berakhir pukul 2 siang waktu setempat.

Kompetisi ini menghadirkan 3 seniman dibidang tari topeng untuk memberikan penilaian tiap saat masing-masing kontestan selesai performance & selaku dewan juri. Masing-masing kontestan dikomentari untuk maksud bahan evaluasi baik itu terkait tarian, maupun untuk pengajar tari dan tidak terkecuali untuk penonton yang memerlukan informasi langsung dari sang profesional berkaitan dengan wirasa, wiraga, wirama dalam menarikan Tari Topeng Klana Tanjak versi Selangit ini.


Dewan juri sedang menyimak & memberi penilaian atas penampilan peserta lomba


“Belajar, Ngaji, Nderes, komprehensif (memahami secara menyeluruh), intensif (istiqomah..)”

“Belajar, Ngaji, Nderes, komprehensif (memahami secara menyeluruh), intensif (istiqomah..)” demikian yang dituturkan oleh Kang Saiful Aska, salah satu dewan juri. Hal tsb berkaitan dengan proses untuk meraih wirasa, wiraga, wirama dalam menari, dan bisa diterapkan dalam hal apapun untuk mencapai suatu tingkat keprofesionalan.

Di akhir acara perlombaan tari Klana Tanjak versi "Slangit", kembali kang Saiful Aska menuturkan “dalam tiap nada ada jiwa, dalam bunyi terdapat ruh..” pungkasnya, demi menanamkan kesadaran pentingnya belajar menyatu dalam setiap elemen saat menari.


Semar dan kawan-kawan hadir memeriahkan acara

Selain kompetisi tari, di gelar pula lomba mewarnai tokoh pewayangan untuk usia tingkat sekolah dasar. Menjadi tidak biasa sebab obyek mewarnai ini adalah tokoh pewayangan. Sebut saja seperti Semar, Gareng, Curis, Cungkring, Ceblok, Bitarota, Bagalbuntung dan Bagong, lomba ini diharapkan menjadi sarana edukasi untuk anak-anak mengenali tokoh-tokoh pewayangan sembari mereka asyik mewarnai.



Anak-anak tekun mewarnai gambar tokoh wayang kulit



Malam hari, pergelaran syukuran HUT ke-7 Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya mencapai puncaknya. Secara berirama tatalu yang berasal dari gamelan mengalun khidmat, menandakan akan berlangsungnya puncak acara.

Telah hadir ditengah-tengah keriuhan hadirin yang mulai memadati lokasi syukuran yaitu tamu undangan terhormat. Diantaranya adalah Wakil Bupati Kabupaten Cirebon Bapak H. Tasiya Soemadi Algotas; Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon Bapak H. Asdullah Anwar; Kepala Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Kepala Desa Tegalwangi, Kepala Kepala Kepolisian Sektor Weru, yang secara berurutan memberi sambutan.

Dalam sambutan ini, Bapak Wakil Bupati Kabupaten Cirebon mengapresiasi penuh acara syukuran HUT ke-7 Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya yang sarat muatan paseduluran antar sanggar , serta semangat melestarikan budaya tradisi.

Prosesi syukuran dilanjutkan dengan potong tumpeng oleh Wakil Bupati & Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon, didampingi Mas Rudi Hadira selaku Ketua Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya. Sekaligus penyerahan tropy kepada pemenang Lomba Tari Topeng Klana Tanjak versi Slangit, dan Lomba Mewarnai gambar Tokoh Pewayangan.

Setelah secara resmi dibuka dengan rangkaian acara diatas, panggung pergelaran HUT ke-7 Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya menyuguhkan performance oleh Pelaku Seni baik dari anak didikan Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya maupun dari Sanggar Seni lainnya yg turut berkonstribusi.





Ragam Sendratari, simbol paseduluran antar sanggar

Tepat pukul 20.45, syukuran HUT ke-7 Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya diawali penampilan kesenian Rampak Topeng Samba dari tuan rumah, yakni anak didik Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya. Yang langsung disambung oleh Sanggar Seni Cipta Taruna Budaya yang menampilkan sendratadi bertajuk Braja Wisesa Yudha. Dilanjutkan suguhan Sintren yang sarat magis persembahan Seni Tri Tunggal Budaya. Penonton dibuat terkesima dengan kesenian yang mistis namun menyejarah ini.

Puncak perayaan HUT Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya ke-7


Rinai gerimis turun ketika sendratari bertajuk Dolanan Sintren ditampilkan. Membuat sebagian penonton yang semula berada di depan panggung, berkumpul dengan hadirin lain di bawah tenda yang sejak semula telah disediakan untuk penonton.

Usai sendratari dolanan sintren yang dipersembahkan oleh Sanggar Seni Dewi Shinta, kini Sanggar Seni Kenanga menampikan sendratari berjudul Ronggeng Pesisir. Dan sebelum penampilan pamungkas ditampikan, penonton dibuat terpukau oleh penampilan tarian berjudul Tanpa Sandiwara persembahan dari Group Dewata Senca.

Acara dipuncaki dengan ditampilkannya sendratari persembahan Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya, bertajuk Nyi Mas Sumantro” yang berkisah tentang sejarah Desa Tegalwangi. Siapapun yang turut menyaksikan sendratari ini seolah terbawa kemasa silam dimana Desa Tegalwangi akhirnya dikenal dengan kerajinan rotannya.

Semakin meriah acara syukuran HUT ke-7 Seni Tri Tunggal Budaya saat seluruh keluarga besar Seni Tri Tunggal Budaya dan Sanggar Seni lainnya berkumpul diatas panggung, saling memberikan support dan do’a..

Itulah reportase syukuran HUT ke-7 Seni Tri Tunggal Budaya, yang memberi kenangan tersendiri & semoga memberi manfaat untuk bersama.





Salam budaya.






Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya

acara ini di dukung oleh :


0 komentar:

 
;