Paseduluran Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya
(syukuran HUT ke-7)
Pekan lalu, Minggu 25 Mei 2014, berlangsung
satu peristiwa kebudayaan di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru – Kabupaten
Cirebon : Syukuran HUT Sanggar Seni Tritunggal Budaya, menjejaki
tahun ke-8 setelah menapaki 7 tahun berjibaku dalam pelestarian budaya tradisi
Cirebon.
Banyak pihak yang memberi dukungan dalam acara
syukuran ini, sebut saja diantaranya adalah Pemerintah Desa Tegalwangi, Kantor
Kepolisian Sektor Weru, Karang Taruna Kendaliwangi, Sekolah Sepak
Bola Garuda, Bank Darah Desa Tegalwangi. Dan adapula sebagai bentuk nyata
paseduluran antar sanggar, beberapa relasi Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya ikut
serta berkonstribusi yaitu Sanggar Seni Sekar Pandan, Sanggar Seni Kenanga, dan Organisasi Punggawa HastaKencana.
Pelaksanaan Lomba Tari Topeng Klana versi "Slangit"
Dan berikut ini reportase acara tersebut...
Diawali dengan Lomba Tari Topeng Klana Tanjak versi “Slangit” untuk tingkat umum.
Ini dimaksudkan sebagai sarana evaluasi hasil pembelajaran dan bimbingan. Kontestan
dari pelbagai usia unjuk kepiawaian berurutan sejak pukul 10 pagi hingga
berakhir pukul 2 siang waktu setempat.
Kompetisi ini menghadirkan 3 seniman
dibidang tari topeng untuk memberikan penilaian tiap saat masing-masing
kontestan selesai performance & selaku dewan juri. Masing-masing kontestan
dikomentari untuk maksud bahan evaluasi baik itu terkait tarian, maupun untuk
pengajar tari dan tidak terkecuali untuk penonton yang memerlukan informasi
langsung dari sang profesional berkaitan dengan wirasa, wiraga, wirama dalam menarikan Tari Topeng Klana
Tanjak versi Selangit ini.
Dewan juri sedang menyimak & memberi penilaian atas
penampilan peserta lomba
“Belajar, Ngaji,
Nderes, komprehensif (memahami secara menyeluruh), intensif (istiqomah..)”
“Belajar,
Ngaji, Nderes, komprehensif (memahami secara menyeluruh), intensif
(istiqomah..)” demikian yang dituturkan oleh Kang
Saiful Aska, salah satu dewan juri. Hal tsb berkaitan dengan proses untuk
meraih wirasa, wiraga, wirama dalam
menari, dan bisa diterapkan dalam hal apapun untuk mencapai suatu tingkat
keprofesionalan.
Di akhir acara perlombaan tari Klana Tanjak
versi "Slangit", kembali kang Saiful Aska menuturkan “dalam tiap nada ada jiwa, dalam
bunyi terdapat ruh..” pungkasnya, demi menanamkan kesadaran pentingnya
belajar menyatu dalam setiap elemen saat menari.
Semar dan kawan-kawan hadir memeriahkan acara
Selain kompetisi tari, di gelar pula lomba mewarnai tokoh pewayangan untuk
usia tingkat sekolah dasar. Menjadi tidak biasa sebab obyek mewarnai ini
adalah tokoh pewayangan. Sebut saja seperti Semar, Gareng, Curis, Cungkring, Ceblok, Bitarota, Bagalbuntung dan
Bagong, lomba ini diharapkan menjadi sarana edukasi untuk anak-anak mengenali
tokoh-tokoh pewayangan sembari mereka asyik mewarnai.
Anak-anak tekun mewarnai gambar tokoh wayang kulit
Malam hari, pergelaran syukuran HUT ke-7 Sanggar
Seni Tri Tunggal Budaya mencapai puncaknya. Secara berirama tatalu yang berasal
dari gamelan mengalun khidmat, menandakan akan berlangsungnya puncak acara.
Telah hadir ditengah-tengah keriuhan
hadirin yang mulai memadati lokasi syukuran yaitu tamu undangan terhormat. Diantaranya
adalah Wakil Bupati Kabupaten Cirebon Bapak H. Tasiya Soemadi Algotas;
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon
Bapak H. Asdullah Anwar; Kepala Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Kepala Desa Tegalwangi,
Kepala Kepala Kepolisian Sektor Weru, yang secara berurutan memberi sambutan.
Dalam sambutan ini, Bapak Wakil Bupati
Kabupaten Cirebon mengapresiasi penuh acara syukuran HUT ke-7 Sanggar Seni Tri
Tunggal Budaya yang sarat muatan paseduluran antar sanggar , serta semangat
melestarikan budaya tradisi.
Prosesi syukuran dilanjutkan dengan potong
tumpeng oleh Wakil Bupati & Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon,
didampingi Mas Rudi Hadira selaku Ketua Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya. Sekaligus penyerahan tropy kepada
pemenang Lomba Tari Topeng Klana Tanjak versi Slangit, dan Lomba Mewarnai gambar Tokoh Pewayangan.
Setelah secara resmi dibuka dengan
rangkaian acara diatas, panggung pergelaran HUT ke-7 Sanggar Seni Tri Tunggal
Budaya menyuguhkan performance oleh Pelaku Seni baik dari anak didikan Sanggar
Seni Tri Tunggal Budaya maupun dari Sanggar Seni lainnya yg turut
berkonstribusi.
Ragam Sendratari, simbol paseduluran antar sanggar
Tepat pukul 20.45, syukuran HUT ke-7 Sanggar
Seni Tri Tunggal Budaya diawali penampilan kesenian Rampak Topeng Samba dari tuan rumah, yakni anak didik Sanggar
Seni Tri Tunggal Budaya. Yang langsung disambung oleh Sanggar Seni Cipta Taruna Budaya yang menampilkan sendratadi
bertajuk Braja Wisesa Yudha. Dilanjutkan suguhan Sintren yang sarat magis persembahan Seni Tri Tunggal Budaya.
Penonton dibuat terkesima dengan kesenian yang mistis namun menyejarah ini.
Puncak perayaan HUT Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya ke-7
Rinai gerimis turun ketika sendratari
bertajuk Dolanan Sintren ditampilkan. Membuat sebagian penonton yang
semula berada di depan panggung, berkumpul dengan hadirin lain di bawah tenda
yang sejak semula telah disediakan untuk penonton.
Usai sendratari dolanan sintren yang
dipersembahkan oleh Sanggar Seni Dewi
Shinta, kini Sanggar Seni Kenanga
menampikan sendratari berjudul Ronggeng Pesisir. Dan sebelum penampilan pamungkas ditampikan, penonton dibuat
terpukau oleh penampilan tarian berjudul Tanpa Sandiwara persembahan dari Group
Dewata Senca.
Acara dipuncaki dengan ditampilkannya sendratari persembahan Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya, bertajuk “Nyi
Mas Sumantro” yang berkisah
tentang sejarah Desa Tegalwangi. Siapapun yang turut menyaksikan sendratari ini
seolah terbawa kemasa silam dimana Desa Tegalwangi akhirnya dikenal dengan
kerajinan rotannya.
Semakin meriah acara syukuran HUT ke-7 Seni
Tri Tunggal Budaya saat seluruh keluarga besar Seni Tri Tunggal Budaya dan
Sanggar Seni lainnya berkumpul diatas panggung, saling memberikan support dan
do’a..
Itulah reportase syukuran HUT ke-7 Seni Tri
Tunggal Budaya, yang memberi kenangan tersendiri & semoga memberi manfaat
untuk bersama.
Salam budaya.
Sanggar Seni Tri Tunggal Budaya
acara ini di dukung oleh :
0 komentar:
Post a Comment